Rabu, 25 Januari 2012

PARAGRAF ARGUMENTASI

Tema            : Penerapan pendidikan karakter melalui kantin kejujuran
Disusun oleh : Laila Kunni Marata Solikhah (X-5 / 17)


Jujur Bekal Terpenting Masa Depan

        Modern ini, perilaku baik, jujur, bertanggung jawab sudah mulai ditinggalkan. Apa penyebabnya ? Hal ini disebabkan karena, banyak budaya luar yang masuk dan bercampur dengan budaya kita tanpa ada proses seleksi terlebih dahulu. Apalagi di zaman serba teknologi ini, kita dengan mudahnya mendapat informasi dari manapun tanpa ada pembatasnya.
        Terkait dengan hal tersebut, pemerintah belakangan ini mulai gencar memberikan pendidikan karakter kepada bangsa untuk mengurangi dampak negatif globalisasi, terutama siswa. Mengapa siswa menjadi prioritas utama ? Karena, globalisasi yang amat cepat dapat mempengaruhi karakter atau mental siswa. Padahal, sebagai generasi penerus bangsa siswa harus mempunyai budi pekerti yang luhur.
        Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah, bagaimana cara membentuk karakter baik pada siswa ? Salah satu jawabannya adalah dengan diadakannya kantin kejujuran di sekolah baik SMA, SMP bahkan SD. Kantin kejujuran merupakan salah satu wadah atau cara untuk memberikan pendidikan karakter bagi siswa. Disini, siswa mengambil barang sendiri, membayar sendiri, mengambil uang kembalian sendiri, tanpa harus ada yang melayani.
      Di kantin kejujuran ini, siswa dapat mengambil banyak pelajaran baik yang dapat membangu atau membentuk karakter baik. Mereka belajar mendiri, belajar bertanggung jawab, belajar berwirausaha dan yang paling penting dari kantin kejujuran adalah mereka dapat belajar jujur, Karena jujur itu penting dalam kehidupan.
        Maka dari itu, pendidikan karakter sangat penting bagi siswa. Karena, mereka adalah generasi penerus masa depan. Jika tidak dibekali dengan karakter yang baik mulai dari sekarang, akan jadi apa negara kita nantinya ?

PARAGRAF ARGUMENTASI

TEMA:PENGGUNAAN PONSEL PADA SAAT JAM PELAJARAN
PELAJARAN BEBAS PONSEL
 
          Akhir-akhir ini banyak bermunculan ponsel-ponsel canggih yang menawarkan berbagi fitur guna mempermudah kerja penggunanya.Hal ini mungkin disebabkan oleh kemajuan teknologi yang cukup pesat. Orang-orang mulai banyak yang mempunyai ponsel,mulai orang dewasa, para remaja dan bahkan anak-anak. Tidak mau ketinggalan, dikalangan pelajar-pun sudah banyak yang mempunyai ponsel. Hal ini mereka lakukan agar tidak "gaptek",ujar salah seorang pelajar.
          Akan tetapi, penggunaan ponsel ini banyak yang disalah gunakan oleh para pelajar seperti menggunakannya pada saat jam pelajaran berlangsung. Mereka berdalih bahwa penggunaan ponsel pada saat jam pelajaran dapat membantu kegiatan belajar mengajar siswa. Tetapi, ada juga yang berpendapat bahwa penggunaan ponsel pada saat jam pelajaran dapat mengganggu kegiatan pembelajaran seperti, menerima telepon, membalas SMS dari teman,membuka internet, dll. Semua kegiatan tersebut tentu saja dilakukan pada jam pelajaran.
          Guru pengajar-pun banyak yang merasa terganggu karena penggunaan ponsel pada saat jam pelajaran. Hal yang menurut mereka paling mengganggu adalah munculnya suara ponsel berdering ketika saat menjelaskan. Tidak hanya itu,kurangnya konsentrasi siswa pada saat diterangkan oleh guru karena disambi dengan mengutek-utek ponselnya juga tidak kalah menggangu.
           Menanggapi laporan-laporan tersebut, sekolah-sekolah mulai melarang para siswanya menggunakan ponsel pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Sanksinya banyak,mulai teguran, pemberian poin, dan yang paling menakutkan adalah ponsel yang disita oleh guru dan dikembalikan lagi dengan diambil oleh orang tua atau wali murid siswa yang melanggar. Banyak yang memprotes sanksi tersebut karena dianggap terlalu berat. Tetapi sanksi tersebut diberlakukan untuk memberikan efek jera pada pelanggarnya. Walaupun sudah terdapat sanksi tersebut, masih banyak siswa yang menggunakan ponsel pada saat jam pelajaran.
           Oleh karena itu, para siswa harus meningkatkan kesadaran tentang dampak buruk penggunaan ponsel pada saat kegiatan belajar mengajar.Hal itu tentu saja bertujuan untuk menekan tingkat pemakain ponsel pada saat jam pelajaran berlangsung. Para guru-pun harus ikut andil dalam mewujudkan tujuan tersebut seperti dengan menyuruh mematikan ponsel pada saat sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai. Serta dengan pemberian sosialisasi tentang dampak buruk pengunaan ponsel pada saat jam pelajaran.



PERMATA ADITYAS.R./X-5/23

ARGUMENTASI


TEMA : Penerapan pendidikan karakter melalui kantin kejujuran
KURANGI KORUPSI DENGAN KANTIN KEJUJURAN

Salah satu komponen terpenting sebuah instansi pendidikan adalah kantin. Kantin merupakan tempat siswa dan guru mengisi tenaga kembali setelah melakukan aktivitas kegiatan belajar mengajar (KBM). Bukan hanya itu, kantin juga dapat dijadikan ajang atau media untuk membentuk karakter. Salah satunya dengan adanya kantin kejujuran.
            Saat ini, kantin kejujuran telah menjamur di  sekolah-sekolah. Di setiap jenjang sekolah hampir semua ada.  Dari jenjang SD, SMP, hingga jenjang SMA dan sederajat. Banyak keistimewaan dari kantin kejujuran dibandingkan kantin biasa. Walaupun, makanan dan minuman yang dijual sama.
            Salah satu keistimewaannya adalah pembeli melayani  dirinya sendiri, dari mengambil barang yang akan dibeli hingga melayani sendiri pembayarannya. Jadi, pembeli membayar dan mengambil uang kembalian sendiri.
            Tujuan dari kantin kejujuran sebenarnya adalah untuk menerapkan kejujuran bagi para siswa di kehidupan sehari-hari. Dapat dilihat para siswa saat ini mengalami demoralisasi atau penurunan moral. Apalagi sekarang di Indonesia banyak sekali terjadi korupsi. Hal ini, menjadikan bangsa Indonesia semakin terpuruk dalam hal moral. Oleh karena itu, sekolah menerapkan kantin kejujuran sebagai pembentuk karakter siswa agar selalu berbuat atau berperilaku jujur.
            Sekolah mengharapkan dengan adanya media kantin kejujuran akan membuat siswa terbiasa untuk jujur di kehidupan sehari-hari. Karena kejujuran merupakan hal terpenting dalam kehidupan ini. Sekolah juga berharap semoga dari adanya kantin kejujuran ini dapat memperkecil terjadinya korupsi.
            Dengan demikian, kita patut bersyukur dengan adanya kantin kejujuran. Karena dengan adanya kantin kejujuran tersebut kita menjadi terbiasa untuk jujur dan terhindar dari korupsi sejak dini.

FEBRIANI KUSUMA WARDANI
X5/ 09

Minggu, 22 Januari 2012

TUGAR ARGUMENTASI

Tema     : Pemberlakuan sistem poin pada pelanggaran siswa di sekolah
PERATURAN DAN SANKSI
          Saat ini, hampir di setiap tempat pasti ada tata tertib atau peraturan yang sifatnya mengatur. Peraturan memang harus ditaati oleh anggotanya demi menciptakan ketertiban dan keamanan. Tetapi masih ada saja orang yang masih melanggar peraturan. Untuk itu, peraturan atau tata tertib perlu diikuti dengan sanksi yang tegas. Misalnya, di sekolah diberlakukan sistem poin pada pelanggaran tata tertib siswa. Lantas, apakah sistem ini dapat berjalan efektif ? Dan apakah sistem ini akan memberi efek jera terhadap  siswa ?
          Saat ini, banyak diantara kita yang terkadang masih melanggar peraturan – peraturan yang berlaku di berbagai tempat. Akibatnya, sering terjadi insiden yang tidak diinginkan karena melanggar peraturan tersebut. Karena itu, di berbagai tempat selalu ada sanksi yang tegas terhadap orang yang melanggar peraturan. Di sekolah, pemberlakuan sistem poin dapat dijadikan sebagai sanksi pelanggaran yang dilakukan oleh para siswa.
          Pelanggaran yang sering dilakukan oleh para siswa diantaranya adalah terlambat masuk sekolah, tidak memakai seragam dengan rapi, mencontek saat ulangan. Pelanggaran – pelanggaran diatas termasuk pelanggaran yang tergolong ringan. Namun jika pelanggaran tersebut dilakukan berulang-ulang, akan berakibat buruk terhadap siswa. Misalnya, akan mengganggu kegiatan belajar-mengajar yang akan berakibat menurunnya prestasi siswa di sekolah.
          Pemberlakuan sistem poin pada pelanggaran tata tertib siswa di sekolah diharapkan akan berjalan efektif. Namun kenyataannya sistem tersebut tidak dijalankan secara maksimal. Masih ada saja segelintir siswa yang masih mengulangi perilaku yang melanggar tata tertib sekolah. Untuk mengatasi masalah tersebut, siswa tersebut perlu diberi peringatan yang tegas dari sekolah, misalnya  siswa diberi skorsing untuk beberapa hari tidak mengikuti kegiatan belajar di sekolah. Jika peringatan tersebut tidak efektif, siswa perlu diberikan bimbingan dari orang tua agar siswa tersebut tidak mengulangi perilaku yang sama.
          Indonesia adalah negara hukum. Sebagai negara hukum, Indonesia pasti memiliki Undang – Undang. Undang – Undang tersebut berisi tentang peraturan yang mengatur semua perbuatan yang dilakukan oleh masyarakat dan berisi  sanksi terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh masyarakat. Setiap orang yang melanggar tata tertib atau peraturan yang berlaku di setiap tempat, pasti akan dikenakan sanksi yang tegas. Namun masih ada orang yang melanggar peraturan yang bisa merugikan dirinya sendiri.   
                                                Nama          : Septian Dimas Saputra
                   Kelas           : X – 5
               No               : 26




Sabtu, 21 Januari 2012

Paragraf Argumentasi

Tema : Pemberlakuan sistem poin pada pelanggaran tata tertib siswa di sekolah.

PENEGAKAN KEDISIPLINAN MELALUI SISTEM POIN
Akhir-akhir ini, kedisiplinan di kalangan para pelajar mulai luntur khususnya kedisiplinan dalam menaati tata tertib sekolah. Fenomena ini sering dijumpai di jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA). Misalnya saja, banyak terjadi tawuran antar sekolah yang memakan korban jiwa. Selain itu, banyak juga siswa yang mengenakan seragam sekolah yang tidak sesuai aturan. Namun, kasus di atas  jarang sekali saya jumpai di SMA Negeri 1 Salatiga. Mungkin karena cara penegakan kedisiplinan yang dianut oleh SMA Negeri 1 Salatiga yaitu dengan sistem poin membuat siswa enggan untuk melakukan tindakan yang tidak sesuai aturan siswa pada umumnya.
Diberlakukannya sistem poin ini, dikarenakan sekolah tidak lagi memberlakukan sanksi fisik bagi pelanggar aturan. Namun, hukuman dalam bentuk sistem poin bagi pelanggarnya. Misalnya saja, di SMA Negeri 1 Salatiga, sanksi poin dapat bervariasi, untuk poin terendah yakni terlambat datang kesekolah mendapat poin 3, sedangkan yang terberat hingga dikeluarkan dari sekolah dengan bobot poin 150 , seperti pemakai narkoba, perkelahiaan, pencabulan dan hamil.
                Tujuan diberlakukannya sistem poin ini adalah membantu guru mengetahui perilaku siswa di kelas, mengetahui jumlah pelanggaran yang dilakukan siswa, orang tua lebih bisa mengetahui
bagaimana perilaku anaknya di sekolah, menjadikan siswa lebih patuh pada
tata tertib yang ada, dan menjadikan siswa berdisiplin tinggi.
Cara kerja dari sistem poin yaitu setiap pelanggaran yang dilakukan siswa akan diberi poin, apabila masih melanggar maka poin yang telah didapatkan tadi akan dilipatkan. Misalnya saja, ada siswa yang terlambat masuk sekolah, maka siswa tesebut diberi poin 3 (tiga), jika hari berikutnya masih terlambat, maka poinnya dilipatkan menjadi 9 (Sembilan). Batas maksimal poin yang diberikan kepada siswa adalah 150, apabila poin yang didapat siswa melebihi 150, maka siswa akan dikeluarkan.
                 Hasil pelaksanaan tata tertib sistem poin dalam peningkatan disiplin siswa di SMA Negeri 1 Salatiga dapat dilihat dari jumlah penurunan angka pelanggaran dari tahun ke tahun semakin menurun. Dari uraian di atas, dapat saya simpulkan bahwa penerapan sistem poin di SMA Negeri 1 Salatiga dapat meminimalisir angka pelanggaran dan meningkatkan kedisiplinan siswa, karena sistem ini memiliki tingkat sanksi dan kedisiplinan yang tinggi, apabila poin yang siswa peroleh melebihi batas kuota yang sekolah batasi, maka siswa tersebut akan dikembalikan kepada orang tua siswa yang bersangkutan.

Oleh : Hepta septiani / 12

Jumat, 13 Januari 2012

TUGAS 1

PERGI TAMASYA KE KOPENG
            Suatu hari, aku beserta keluargaku pergi tamasya ke Kopeng. Sebelum berangkat,kami mempersiapkan bekal-bekal makanan yang akan kami bawa. Kami juga tak lupa membawa peralatan-peralatan elektronik, misalnya kamera untuk mendokumentasikan saat tamasya di Kopeng. Tepat pukul 8 pagi, kita berangkat ke Kopeng.
            Di sepanjang  jalan, aku menikmati pemandangan yang indah. Pohon-pohon yang rimbun, sawah dan ladang tampak elok untuk dilihat. Kicauan burung-burung ditambah udara yang segar menambah semangatku untuk segera sampai di Kopeng.
            Setelah dua jam perjalanan, akhirnya kami sampai ke Kopeng. Karena senangnya, adikku sampai berlari-lari di tanah lapang. Udara pagi hari ini  segar. Ditambah lagi cuaca yang cerah semakin menambah semangatku. Setelah sampai disana, kami langsung menggelar tikar dan menata bekal-bekal yang sudah kami persiapkan dari rumah.
            Ibu dan tante-tanteku duduk sembaring diatas tikar yang digelar dibawah pohon yang rimbun. Sedangkan aku, adikku, dan ayahku pergi menunggang kuda yang disewakan di pinggir jalan Kuda-kuda disana memiliki warna bulu yang berbeda-beda. Aku menunggang kuda warna putih, sedangkan ayahku dan adikku menunggang kuda warna coklat. Ini adalah kali pertama aku menunggang kuda. Jadi aku sedikit canggung saat kuda sedang berjalan.
           Waktu terus berjalan, matahari tampak akan tenggelam di ufuk barat. Aku dan keluargaku segera kembali untuk pulang ke rumah. Hari ini sangat melelahkan, tetapi semua itu tidak terasa karena kulewati semua itu bersama keluarga.

                                                    Nama             : Septian Dimas Saputra
                                                    Kelas              :  x - 5
                                                    No                   : 26                

tugas deskrisi lapangan SMANSSA (Maya Maulidya Nasmi 19/X5)

Laporan Pengamatan Lapangan SMA N 1 Salatiga

Pada jam pelajaran Bahasa Indonesia, kami siswa-siswi kelas X5 diberikan tugas untuk melakukan pengamatan terhadap lapangan sekolah kami yang baru. Pada awalnya kami diberikan beberapa pengarahan tentang cara-cara mengamati lapangan sekolah kami. Setelah usai diberikan penjelasan oleh ibu guru kami, Ibu Uswa, kami segera pergi keluar kelas untuk melakukan pengamatan.
Pagi itu lapangan terlihat sepi karena kami melakukan pengamatan pada saat jam pelajaran. Suasananya sangat tenang. Angin berhembus sepoi-sepoi menerpa wajah kami. Kami mulai mengamati lapangan yang indah itu. Rumput-rumut mulai tumbuh menghijau bak permadani. Kicauan burung sahu-menyahut menemani kami yang sedang asyik melakukan pengamatan.
Kami hampir usai melakukan pengamatan terhadap lapangan sekolah kami, kami melihat beberapa teman-teman dan juga kakak kelas kami yang melewati pinggiran lapangan untuk menuju laboratorium atau lapangan basket yang terletak didekat mushola sekolah kami.
Waktu berjalan begitu cepat hingga tak terasa waktu jam pelajaran Bahasa Indonesia telah usai. Bel pun berdering dengan kencang menandakan waktu untuk pengamatan telah usai. Kami masuk kembali kedalam kelas kami.